Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

“Mengapa Saya Harus Tahsin Qur’an?”

Gambar
“Mengapa Saya Harus Tahsin Qur’an?” PART 1   Oleh : Rahmad Arbadilah Damanik Divisi Asistensi Ilmu Komunikasi 2018 Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. Mengapa harus tahsin? Mungkin pertanyaan ini sering muncul di benak orang banyak atau mungkin dari saudaraku yang sedang membaca tulisan singkat saya ini. Ya, memang saya bukanlah ahli dalam teori maupun prakteknya. Tidak pula saya berani menyelam terlalu jauh terkait pembahasan dari definisi tajwid dan tahsin, hukum mempelajari tajwid, hukum-hukum tajwid, dan pembahasan lainnya. Karena itu semua telah dijelaskan oleh para ulama, ustadz dan ahli Qur’an lainnya dan juga sudah banyak buku yang membahasnya. Saya sama-sama masih dalam proses belajar, yang ingin memberikan sedikit dorongan dan motivasi kepada saudara-saudariku sekalian untuk merasakan indahnya tahsin seperti yang saya rasakan sampai saat ini. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya pribadi terutama, dan juga kepada saud...

Membela Islam Takkan Basi

Gambar
SUNGGUH     perintah dari ayat al-Quran yang turun pertama kali, iqra   menyiratkan makna luar biasa untuk kita paham apa sebenarnya yang diagendakan Allah Swt. Bagi kaum Muslim kelak. Rasa pesimis dan keterpurukan kaum Muslimin saat ini bukan semata-mata agenda Allah Swt, melainkan karena banyak kaum Muslim yang luput membaca ( iqra ) tanda-tanda zaman yang telah berubah dari generasi ke kegenerasi. Kaum Muslim harus bergerak untuk memperbaiki masa depannya sendiri seperti yang telah diungkapkan al-Quran serta prediksi-predikasi Rasulullah saw.             Ghirah   atau semangat untuk memperoleh kepahaman ini mestilah dialirkan kepada generasi yang lebih muda. Bangsa yahudi telah memahami ini sehingga yang paling telak dihancurkan oleh mereka adalah pola pikir, semangat,serta ilmu generasi muda Muslim baik disadari ataupun tidak. Kebangkitan generasi Islam adalah sebuah ancaman bagi yahudi maupun bangsa Barat ...

Mempelajari Kisah Qarun

Gambar
            Dalam obrolan keseharian, kita pasti sering mendengar kalimat-kalimat seperti, "Engkau telah mendapat harta karun," atau "Bila saya memperoleh harta karun, saya akan kaya." Hal ini bahkan sudah didapati sejak dari kanak-kanak, dengan kisah-kisah raja-raja kaya atau bajak laut yang berlayar mengarungi lautan dalam pencarian harta yang jumlahnya banyak. Hal ini menjadi lumrah bagi masyarakat pada umumnya. Istilah harta karun sendiri, bagi masyarakat kita diadopsi dari nama seorang kaya yang hidup di masa Nabi Musa. Di dalam Islam, tepatnya dalam al-Qur’an surat al-Qashash ayat 76 dijelaskan bahwa Qarun merupakan kaum dari Nabi Musa. ‘Aly bin Nayyif Asy-Syahud, pengkaji al-Qur’an dan as-Sunnah dalam bukunya Durusun wa ‘Ibranun min Qishati Qorun yang diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Menjadikan Harta Lebih Berkah, Menuai Hikmah dari Kisah Qarun mengulas tentang kandungan ayat ini. Menggunakan metode penggalian makna umum dari ka...

Dhaif nya Hadits Doa Berbuka Puasa Selama Ini

Gambar
Assalamu'alaikum.. Segala puji hanya bagi Allah, kita memujiNya, memohon pertolongan dan ampun kepadaNya, kita perlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan kejelekan amal kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada ada yang dapat memberinya petunjuk. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. Salah satu bagian Dari ibadah puasa adalah berbuka, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam telah mengajarkan kita adab-adab berbuka puasa dan salah satunya adalah Do'a. Realita dalam kehidupan masyarakat indonesia secara umum ketika berbuka puasa menggunakan do'a yang pasti tidak asing lagi ditelinga kita, "Allahumma laka shumtu....". Namun kita sebagai seorang aktivis dakwah tentu juga harus mengerti apakah do'a dan amalan kita sehari sudah sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam atau malah menyeli...

Surat Cinta untuk ALMADANI

Gambar
Assalamualaikum, akhi wa ukhti yang ana cintai karena Allah.        Bagaimana kabarnya? Sehat? Ana selalu doakan agar akhi/ukhti dalam keadaan sehat dan dimudahkan segala urusannya.       Bila dalam kesusahan, ceritakanlah. Biar ana temankan akhi/ukhti menyelesaikannya. Bahu ana masih sanggup untuk menopang kesah akhi/ukhti layaknya kita sering lakukan dulu. Namun, bila itu adalah hal yang tiada bisa akhi/ukhti ceritakan pada ana, biarlah doa ana menyertai akhi/ukhti agar Allah memudahkan itu semua. Menghapus segala resah dalam kerisauan, biar ia tiada berlarut-larut.       Akhi/ukhti. Sudah lama ana tak menyapa ramah padamu. Bukan lupa, tapi kelalaian seperti menjadi menghinggapi diri ini. Lupa bahwa masih ada akhi/ukhti yang ana butuh dan rindu akan senyumannya. Rindu akan pertemuan yang selalu dihiasi kabar gembira. Senang saja rasanya, nyaman dalam bercengkerama.         Akhi/ukhti. Masih ingatk...

Kembalinya Imam Musholla

Gambar
“Pernahkah kau bahagia karena kehilangan?  Aku pernah!” Jika kesetiaan yang menjaga cinta, itulah membuatku mampu bertahan. Bahkan menjadi renta bersama waktu, takkan membuatku mengalah pada keadaan. Seperti biasa, aku selalu menanti kedatangannya, untuk bercerita kepadaku tentang kehidupan yang kian mengkhawatirkan. Kadang, dia berapi-api menuturkan kisahnya yang seharian dia alami, maka dengan penuh semangat aku menjadi pendengar yang paling setia untuknya. Tetapi, setelah kuhitung dengan bilangan tasbih, dia lebih banyak menangis daripada tertawa. Kisah apa pun yang dibawa, aku bahagia bisa mendengarkannya. Tak elak lagi, aku telah jatuh cinta padanya. Sudah sepuluh menit kumenanti. Namun, dia tak jua kunjung datang. Aku menatap ke arah pintu, tak satu pun suara langkah datang menghampiri ruangan tua ini. Padahal, ini sudah masuk waktunya untuk dia dan penduduk kampung ini menemaniku, menghambakan diri kepada sang penggenggam nyawa. Akhirnya aku mendengar suara la...