Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Kembalinya Imam Musholla

Gambar
“Pernahkah kau bahagia karena kehilangan?  Aku pernah!” Jika kesetiaan yang menjaga cinta, itulah membuatku mampu bertahan. Bahkan menjadi renta bersama waktu, takkan membuatku mengalah pada keadaan. Seperti biasa, aku selalu menanti kedatangannya, untuk bercerita kepadaku tentang kehidupan yang kian mengkhawatirkan. Kadang, dia berapi-api menuturkan kisahnya yang seharian dia alami, maka dengan penuh semangat aku menjadi pendengar yang paling setia untuknya. Tetapi, setelah kuhitung dengan bilangan tasbih, dia lebih banyak menangis daripada tertawa. Kisah apa pun yang dibawa, aku bahagia bisa mendengarkannya. Tak elak lagi, aku telah jatuh cinta padanya. Sudah sepuluh menit kumenanti. Namun, dia tak jua kunjung datang. Aku menatap ke arah pintu, tak satu pun suara langkah datang menghampiri ruangan tua ini. Padahal, ini sudah masuk waktunya untuk dia dan penduduk kampung ini menemaniku, menghambakan diri kepada sang penggenggam nyawa. Akhirnya aku mendengar suara la...

PUISI: SAYA LEBIH SIAP

Oleh Novaldi Herman Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP UR Saya tak sekuat mereka, Mengatakan lantang segalanya pada dunia Saya tak sekokoh mereka, Mengamankan dunia dengan lisannya Saya tak sewibawa mereka, Lewat sorot mata mampu menggetarkan para pemangsa Saya tak seberani mereka *** Saya tak seberani mereka, Berujar keras pada tetua bangsa Bahkan mencerca Saya tak seberani mereka, Menghinakan bangsa dengan dalih suara rakyat Saya tak seberani mereka, Menatap benci pada para pemimpin yang dahulu mereka percaya Saya tak seberani mereka *** Namun, Saya lebih siap dari mereka Menggantingan lisan mereka dengan yang lebih mulia Saya lebih siap dari mereka, Mengangkat marwah para rakyat semesta Saya lebih siap dari mereka, Member pandangan penuh cinta kasih Saya lebih siap Pekanbaru, 28 Nopember 2013